Sarjana Terapan Pengelolaan Konvensi dan Acara

Why PKA?

  • Meningkatnya potensi pariwisata di sektor Pengelolaan Konvensi dan Acara. (Arief Yahya, Kementerian Pariwisata 2016), selain itu kota Medan merupakan salah satu dari 3 kota yang memiliki potensi dalam tujuan MICE (Meeting, Incentives, Conferences dan Exhibitions) yang telah di tetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

 

  • “Pengelolaan Konvensi dan Acara merupakan bisnis yang memberikan kontribusi tinggi secara ekonomi terlebih bagi negara berkembang”. (Direktur Jenderal Pegembangan Ekspor Nasional Kementrian Perdagangan Republik Indonesia.

 

  • Pengelolaan Konvensi dan Acara Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia mengembangkan pendidikan berbasis bisnis, sehingga setiap mahasiswa PKA di arahkan untuk berbisnis dalam bidang Pariwisata serta Pengelolaan Konvensi dan Acara.

 

  • sistem pengajaran berbasiskan praktek dan pelatihan, dimana para siswa diberikan kesempatan lebih banyak untuk berpraktek dari pada berteori yang perbandingan jam belajarnya 62% praktik dan 38% teori.Selain itu, proses pembelajaran juga didukung oleh kegiatan belajar diluar kelas seperti ikut terlibat dalam pengelolaan sebuah acara.

 

Business Scope

pka_scope_2

  • Meeting Planner : Profesi yang berperan dalam perencanaan, pengelolaan, penyelenggaraan, dan mengavaluasi suatu kegiatan yang berkaitan dengan Meeting, Conventions, Congress, Conerence, Exhibition, dan Incentive tour/trip.
  • Profesional Conference Organizer (PCO) : Berperan sebagai promoter, komunikator kepada klien, pemimpin dalam sebuah conference.
  • Profesional Exhibition Organizer (PEO) : Ahli dalam pengelolaan suatu pameran.
  • Event Organizer (EO) : Pengelola suatu kegiatan.
  • Incentive House : Bisnis yang megelola program insentif untuk suatu perusahaan, membuat program perjalanan yang   sesuai dengan jenis insentif yang diberikan.
  • Wedding Organizer : Bisnis jasa yang merencanakan dan melaksanakan rangkaian acara pesta pernikahan, dari mulai memberikan konsultasi dalam perencanaan pesta, mengkoordinasikan supplier atau vendor acara sampai dengan pengambilan langkah-langkah pengamanan apabila terjadi keadaan darurat.
  • Venue Owner/Management : Bisnis Venue merupakan bisnis yang menawarkan ruang yang dapat dipergunakan dalam suatu acara.
  • Event Supplier and Related Business : Bisnis supplier atau logistic yang di perlukan dalam sebuah event, seperti : sataging, dekorasi, florist, audio system, lighting, multimedia equipment, advertising, entertainment, transportasi dan catering.

 

PKA’s Framework

 

  • Students: Pengelolaan konvensi dan acara menerapkan student sebagai pusat pembelajaran (student centered learning), dimana Dosen akan memposisikan diri sebagai fasilitator baik di kelas maupun di lapangan.
  • Literacy & Numeracy: Aktifitas pembelajaran yang menggabungkan minat dan keterampilan masing-masing siswa yang sesuai dengan personality, berbasis kompetensi dan bisa dilakukan kapan dan dimana saja dilandaskan pada peningkatan kemampuan basis yang harus dimiliki oleh setiap pelajar yakni; keahlian dan pemahaman dalam membaca sesuatu, menulis, memahami informasi yang didapatkan sampai dengan menyelesaikan suatu permasalahan.
  • Digital & Technology Fluency: Memiliki kemampuan mengakses informasi secara digitalisasi dan berkomunikasi menggunakan teknologi serta sistem pengajaran program studi pengelolaan konnvensi dan acara dilakukan berbasis teknologi.
  • Social, culture & environetal responsibility: Memiliki komitmen diri untuk menerapkan nilai – nilai budaya, adat istiadat dalam setiap keputusan yang di ambil dengan pertimbangan kelestarian alam, keanekaragaman hayati untuk mensejahterakan masyarakat dan generasi yang akan datang.
  • Critical Thinking & Problem Solving: pengembangan potensi kecerdasan seseorang “intellect” dalam berfikir, yang menekankan pada pemecahan masalah dan keterampilan berkomunikasi, keterampilan, relevansi, koherensi, konsistensi dan keadilan.
  • Creativity & Innovation: dalam kompetensi ini mahasiswa pengelolaan konvensi acara akan memiliki rasa menghargai akan hasil karya orang lain, memiliki inisiatif yang tinggi, memiliki kemampuan beradaptasi dan fleksibilitas dalam merespon hal-hal baru serta mampu menerima kesalahan dana kegagalan yang merupakan salah satu proses dalam sebuah kreatifitas dan pembelajaran.
  • Communication: kemampuan memahami dan menginterpretasikan idea dan pemikiran orang lain, dapat menyampaikan gagasan secara efektif dan jelas, memiliki kemampuan berkomunikasi baik verbal dan non-verbal dengan seseorang yang memiliki latar belakang yang berbeda.
  • Lifelong learning dan Personal Management: Mahasiswa mampu memahami bahwasanya pembelajaran itu merupakan lifelong learning dimana membutuhkan kerja keras dan fokus, menggunakan keahlian dan passionnya untuk berkontribusi pada komuitas atau lingkungan sekitar, memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik antara kehidupanya, kampus, tugas2, pekerjaan dan prioritas lain dalam hidupnya. Memiliki kesadaran diri dan keperdulian dalam setiap pengambilan keputusan.
  • Collaboration & Leadership: Memiliki kemampuan sebagai pemimpin baik untuk pribadi dan lingkungan sekitar serta memiliki kemampuan dalam bekerjasama.

 

Dengan semua kualifikasi kompetensi yang di tetapkan pada program studi pengelolaan konvensi dan acara, mampu menciptakan mahasiswa yang memiliki 3 karakter yakni;

  • Entrepreneural Spirit: memiliki jiwa serta semangat berwirausaha, yakni pantang menyerah dan tidak takut akan kegagalan.
  • Engage Thinker: memiliki kemampuan berfikir jernih dan rasional atas apa yang dilakukan dan keputusan yang akan di tempuh.
  • Ethical Citizen: menjadi personality yang memiliki hubungan baik dengan sesama yang memiliki kerendahan hati, adil dan open minded. Mampu menunjukan rasa hormat, welas asih serta memberikan kotribusi kepada lingkungan dan masyarakat.