SEHARI DI KAMPUSNYA PARA CALON PENGUSAAHA MUDA

SEHARI DI KAMPUSNYA PARA CALON PENGUSAAHA MUDA

Sejenak...

"  SEHARI DI KAMPUSNYA PARA CALON PENGUSAAHA MUDA  "

Oleh : Wayan Supadno/Pak Tani

Hari begitu berarti..

Semalam, saya seharian di Kampus Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (WBI) Medan. Kampusnya yang berdiri megah modern di tengah kawasan menengah ke atas (mewah)  Citra Land Gama Group.

Memiliki 4 prodi dengan program D4, gelar Sarjana Terapan.

Baru berdiri..

Sesungguhnya untuk sebuah kampus dengan usia 4 tahun bisa dianggap baru saja berdiri, tapi sejujurnya saya mengaguminya, karena pada prodi agribisnis hortikultura dan manajemen pemasaran internasional, jumlah peminatnya per tahun naik hingga lebih dari 200%.

Ini luar biasa, karena banyak kampus berbasiskan prodi  pertanian minatnya justru cenderung menurun. Yang membuat saya makin kagum, saat masuk aula yang mewah justru yang terlihat mayoritas mahasiswanya seperti saya dulu " mengenakan simbul - simbul anak dari pedesaan keluarga petani kecil ", berasal dari berbagai daerah termasuk Prov. NTT.

Melengkapi rasa hormat saya, ternyata lebih dari 50% dapat beasiswa dari Kampus WBI, dana bersumber dari menyisihkan sebagian laba dari usaha kebun dan industri sawit milik Bp Martua Sitorus, ironisnya tiada prodi hal ilmu sawit.

Padahal yang saya tahu Bp Martua Sitotus selaku pendiri dan donatur tunggalnya, Beliau dulu dari Nol, dari jualan es batu dan lain sebagainya, walaupun kini kita tahu termasuk Pengusaha Klas Dunia.

Hasil diskusi saya dengan Pengurus Inti Yayasan tersebut, ternyata latar belakangnya karena permasalahan riil bangsa kita, kurangnya jumlah pengusaha, saat ini hanya 3,1% (BPS) kalah jauh dibanding Malyasia, Thailand, Vietnam, Singapura dan Jepang.

Sehingga targetnya cuma satu saja, membentuk Anak Muda jadi Pengusaha, ada beberapa mahasiswa yang belum luluspun dapat pinjaman tanpa bunga guna mengembangkan usahanya.  Berjalan begitu lancarnya.

Kita semua tahu bahwa pengusaha perannya sebagai lokomotif perekonomian riil kita, pencipta lapangan kerja, kontributor pajak dan devisa buat Bangsa kita. Peran ini sangat penting, sehingga harus dibentuk sebanyak mungkin dan secepatnya.

Ditargetkan paling lama 6 bulan lagi mahasiswa dari prodi manajemen pemasaran internasional sudah bisa melakukan ekspor secara bersama - sama, karena prodi ini memang menjawab minimnya jumlah eksportir kita saat ini. Sungguh aplikatif menukik bumi.

Hati saya terpanggil..

Karena begitu solutifnya buat Bangsa kampus  WBI tersebut, saya tanpa ragu langsung telpon beberapa pengusaha agribisnis, petani inovatif, pengusaha industri agro dan beberapa eksportir muda, saya minta dan mohon dengan hormat agar bisa jadi dosen tamu atau mentor rutin berkala. Ternyata disambut dengan baik siap sedia penuh semangat.

Kita sebagai Anak Bangsa..

Mesti kita sadar bahwa :

  1. Adanya 7 juta lebih pengangguran kita saat ini (BPS) karena kurang banyaknya jumlah pengusaha kita sebagai pencipta lapangan kerja.

 

  1. Adanya kurang banyaknya cadangan devisa kita dan kurangnya semangat bertani nuansa komoditas ekspor karena jumlah eksportir kita kurang banyak.

 

  1. Adanya kita banyak ekspor bahan baku industri agro karena kurang banyaknya jumlah pengusaha agro industri.

Untuk menjawab masalah di atas agar tercipta lapangan  kerja dan lain sebagainya, jika kita tidak membentuk pengusaha muda saat ini, maka langkah cepatnya adalah " Impor Pengusaha (PMA) ". Sesungguhnya, baiknya ini solusi terakhir.

Jika kita berharap di masa depan kesenjangan sosial makin menyempit, lapangan kerja semakin banyak, pajak makin banyak buat APBN, cadangan devisa juga makin banyak, maka logisnya harus hari ini juga membentuknya, membiakkan Biangnya Pengusaha yang ada, media biak idealnya adalah Kampus atau Lembaga Pendidikan lainnya.

Pertanyaan yang menarik dari mahasiswa ;

1. Apakah Bp Wayan Supadno, yakin dan percaya kami dari Kampung seperti ini, kelak bisa jadi Pengusaha Sukses ?

Saya sangat - sangat yakin dan percaya itu bisa terwujud, tiada yang mustahil dalam kuasa Nya dan jika slalu berdoa disertai usaha.

Banyak kisah nyata Insan Sukses dari Nol bahkan Anak Kampung juga.

Jika 7 tahun lagi, Anda semua Reuni, saya mohon diundang, besar harapan saya banyak yang hadir memakai simbol - simbul kemakmuran, misal membawa mobil LC Turbo, BMW, Jeep Rubicon dllnya, karena Anda jadi pengusaha.

Juga pada iuran dengan mudahnya membantu masyarakat sekitar agar banyak dapat beasiswa.

Maaf..

Saya dulu juga penerima beasiswa saat kuliah di Univ. Airlangga Surabaya.

Maka jangan berkecil hati rendah diri.

Do'aku di nadimu.

 2. Seberapa besar pengaruhnya infrastruktur pedesaan dan alat modern pertanian serta apa solusinya jika lahan kami sempit jauh dari jalan utama ?

Sangat besar pengaruhnya menekan biaya produksi, jika jarak 50 km Petani di luar negeri cukup  waktu tempuh hanya 1 jam, tapi Petani di kita bisa 1 hari, dampaknya biaya kirim pupuk dan hasil panen tinggi menekan laba kita, solusinya tanam komoditas yang harga per kg nya mahal agar tidak terlalu berpengaruh.

Andaikan dijinjingpun tetap masih mahal laku dijual.

Hehe..

Hemm..

Banyak sekali pertanyaan yang tajam dan membumi, hingga acara berjam - jam.

Semoga bermanfaat..

Jika artikel singkat ini dirasa menginspirasi, silahkan disebarluaskan..

Demi kebaikan Bangsa milik kita, Indonesia.

 

Salam Indonesia

Wayan Supadno

Pak Tani