Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia Kerjasama dengan JAPNAS SUMUT

Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia Kerjasama dengan JAPNAS SUMUT

Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) merupakan organisasi pengusaha dengan misi sinergitas antar anggotanya dan dalam salah satu fungsinya menargetkan bisa mencetak perusahaan rintisan (startup) unicorn seperti yang sudah ada di Indonesia saat ini.

“Meski Japnas Sumut baru berumur setahun namun saat ini sudah ada tiga startup yang diciptakan anggota di Sumut, Deli Co, Moscot dan Richs,”ujar Ketum Japnas Sumut, Syahrul Akbar pada kuliah umum “Akselerasi Startup Bisnis dan Revolusi Industri 4.0” di auditorium Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (Poltek WBI) , Medan Estate, Percut Sei Tuan, Kamis (6/12) petang.

Acara tersebut dirangkai dengan penandatanganan kerja sama Japnas Sumut dan Poltek WBI yang dilaksanakan oleh Ketum Japnas Sumut dengan Direktur Politeknik WBI Aldon Sinaga disaksikan Wakil Ketum Pengurus Pusat (PP) Japnas, Reza Irsyad Aminy dan Ketua Harian Japnas Sumut Denny Bahruni.

Suksesnya startup unicorn di Indonesia ini sejalan dengan revolusi industri 4.0 di mana kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat membuat para anak-anak muda yang kreatif bisa meraih sukses dalam waktu singkat.

“Valuasi yang dicetak unicorn seperti Tokopedia dan Bukalapak sudah melampaui perusahaan-perusahaan besar yang ada saat ini. Itu dilahirkan oleh para pengusaha-pengusaha muda,” ujarnya.

Syahrul menilai, startup merupakan bisnis yang terbentuk dari revolusi industri 4.0 yang banyak diminati wirausaha muda dalam merintis usaha mereka. Untuk sukses dalam startup dan bisnis lainnya di era sekarang ini, tambahnya, pengusaha dituntut untuk selalu melakukan hal-hal yang baru dengan cara-cara yang baru pula.

Wakil Ketum Japnas Reza Irsyad Aminy dalam kesempatan itu mengungkapkan, Japnas berdiri di Jakarta sejak tahun 2015 dan kehadirannya untuk menjaring kalangan pengusaha kecil hingga besar untuk bergabung serta bertujuan untuk menggeser pola hidup masyarakat dari konsumtif menjadi produktif.

“Japnas diharapkan bisa menjadi bisnis hub bagi para anggotanya,” jelas Reza seraya menambahkan bahwa Japnas hadir bukan untuk mengkritisi pemerintah tetapi kehadirannya murni untuk membangun bangsa.

Kerja Sama

Direktur Poltek WBI Aldon Sinaga dalam keterangan terpisah menyampaikan bahwa kerja sama dilakukan guna pengembangan pendidikan kewirausahaan bagi mahasiswa Poltek WBI dengan bantuan jejaring wirausaha praktisi dari  Japnas.

Melalui kerja sama tersebut disepakati  penyelenggaraan “Entrepreneurship Talk” (E-Talk) yakni suatu sesi berbagi pengetahuan dan pengalaman wirausaha praktisi dengan para mahasiswa. Penyelenggaraan “Entrepreneurship Clinic” (E-Clinic) yakni wadah konsultasi mahasiswa kewirausahaan secara berkala dengan para mentor bisnisnya .Selain itu kerjasa sama untuk penyelenggaraan “Business Mentorship” (B-Mentorship) yakni suatu proses mentoring yang dilakukan antara mahasiswa wirausaha pemula dengan mentornya wirausaha praktisi, yang prosesnya disupervisi oleh institusi.  Penyelenggaraan magang kewirausahaan yakni sebuah kesempatan bagi mahasiswa kewirausahaan untuk magang langsung di perusahaan milik wirausaha praktisi. 

“Tujuan kerja sama ini untuk memperkaya pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman mahasiswa Poltek WBI guna menyiapkan diri menjadi calon wirausaha masa depan,” tandas Aldon