SAMOSIR — Upaya restorasi lahan kritis di kawasan Kaldera Toba terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Perum Jasa Tirta I (PJTI), Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dan Boru (PPTSB), serta Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (PWBI) menggelar kegiatan sosialisasi pembibitan tanaman endemik bagi masyarakat adat di Kabupaten Samosir, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan bertajuk “Kebun Bibit Tanaman Endemik Guna Dukung Restorasi Lahan Kritis Samosir” tersebut berlangsung di Aula Sopo Mardame, Kawasan Tugu Toga Sinaga, Desa Urat II, Kecamatan Palipi. Sebanyak 25 orang petani pelaku penghijauan dari Desa Pardomuan Nauli hadir sebagai peserta aktif dalam kegiatan ini.
Acara resmi dibuka oleh perwakilan PJTI, Wansen Manik, S.Tr.P., bersama Sekretaris Jenderal PPTSB, Drs. Edward Sinaga, MAP., yang didampingi oleh Cyrus Sinaga selaku Sekretaris Bidang II PPTSB.
Tim pelaksana kegiatan ini diketuai oleh Amelira H. Nasution, SP., M.Si., yang merupakan dosen sekaligus Ketua Program Studi Agribisnis Hortikultura PWBI. Sementara itu, materi sosialisasi dipaparkan secara komprehensif oleh pakar agribisnis dari PWBI, Dr. Aldon Sinaga, MMA.
Dalam pemaparannya, Dr. Aldon Sinaga menekankan pentingnya penggunaan tanaman endemik lokal untuk meningkatkan tingkat keberhasilan restorasi ekosistem di kawasan Kaldera Toba.
Dorong Pembibitan Partisipatif dan Keterlibatan Masyarakat Adat
Amelira H. Nasution menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan tahap awal dari rangkaian program restorasi lahan yang lebih luas. Fokus utamanya adalah mendorong keterlibatan aktif masyarakat adat melalui pengelolaan kebun pembibitan tanaman penghijauan secara partisipatif. “Kegiatan sosialisasi pembibitan tanaman endemik ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan keberhasilan pemulihan lahan kritis di Kaldera Toba. Kami ingin mengajak masyarakat adat untuk terlibat langsung sejak proses awal penyediaan bibit,” ujar Amelira.
Pada kesempatan yang sama, seluruh pihak yang hadir juga menyepakati dan menetapkan lokasi final penempatan kebun pembibitan. Lokasi terpilih didesain sedemikian rupa agar strategis dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat adat marga Sinaga.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlanjutan program penghijauan di tingkat petani, kegiatan ini ditutup dengan penyerahan bantuan pupuk dan penyerahan dana perawatan penghijauan asal Perum Jasa Tirta I (PJTI) yang dikelola PPTSB kepada para petani peserta. Melalui sinergi antara akademisi, BUMN, dan lembaga adat ini, pemulihan ekosistem dan lingkungan hidup di kawasan Samosir diharapkan dapat berjalan lebih optimal serta berkelanjutan.


