Medan, 13 Juli 2025 — Komitmen Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (WBI) sebagai kampus entrepreneur semakin terbukti. Tiga tim mahasiswa WBI berhasil lolos dan meraih pendanaan dalam program bergengsi Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Ditjen Dikti), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Tiga tim tersebut mewakili bidang strategis dan berdampak:
- Kosfunds – Aplikasi Pencatatan Keuangan Digital Berbasis Website
Kategori: Bisnis Digital
Dosen Pembimbing: Taufiqurrahman, S.T., M.Kom - TAoX – Jasa Konversi dan Perakitan Sepeda Listrik
Kategori: Manufaktur dan Teknologi Terapan
Dosen Pembimbing: Taufiqurrahman, S.T., M.Kom - Ankala Journey – Layanan Personalisasi Itinerary Berbasis Autentisitas dan Keberlanjutan untuk Transformasi Pariwisata Sumatera Utara
Kategori: Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan
Dosen Pembimbing: Rio Fernandez Tamba, S.Pd., M.Sn.
Keberhasilan ini memperkuat posisi PWBI sebagai lembaga pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga mencetak wirausahawan muda yang solutif, kreatif, dan berdaya saing global.
Direktur PWBI, Dr. Ir. Jenny Elisabeth, MS., menyampaikan bahwa pencapaian ini adalah hasil nyata dari sistem pembinaan berbasis praktik kewirausahaan yang telah lama ditanamkan kampus kepada seluruh mahasiswa.
“Sebagai kampus entrepreneur, PWBI terus mendorong mahasiswa untuk menjadi pelaku usaha yang mampu membaca peluang, menghadirkan solusi berbasis teknologi, dan memberikan dampak bagi masyarakat. P2MW adalah panggung awal, dan kami siap membimbing mereka menuju skala industri,” ujarnya.
Kesuksesan tim mahasiswa juga tak lepas dari peran aktif WBI Business Initiative Center (WBIIC) sebagai pusat inkubasi bisnis kampus. WBIIC berperan memberikan asistensi intensif mulai dari penyusunan proposal, validasi ide bisnis, hingga pendampingan simulasi pitching.
Taufiqurrahman, S.T., M.Kom, selaku dosen pembimbing dua tim, menegaskan pentingnya transformasi pendidikan tinggi vokasi ke arah solusi nyata.
“Kami tidak hanya mendidik untuk lulus, tetapi untuk hidup mandiri dan berdampak. Di WBI, mahasiswa dilatih menciptakan solusi berbasis teknologi, dan hasilnya terlihat dari Kosfunds dan TAoX yang kini mendapatkan validasi nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Rio Fernandez Tamba, S.Pd., M.Sn., pembimbing tim Ankala Journey, menyoroti potensi besar Sumatera Utara dalam pengembangan pariwisata berbasis lokal dan autentisitas.
“Ankala Journey hadir membawa semangat baru dalam industri pariwisata. Pendekatannya tidak hanya digital, tetapi juga berakar pada budaya dan keberlanjutan. Ini adalah kontribusi nyata mahasiswa kami untuk daerah,” ucapnya.
Melalui program P2MW, mahasiswa PWBI akan memperoleh pembinaan lanjutan dari mentor nasional, akses jaringan bisnis kampus, dan dukungan inkubasi menuju lahirnya startup berbasis riset dan inovasi.








