SALAM DARI DIREKTUR

Saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak masalah yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia terkait dengan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat dan tingginya angka pengangguran di Indonesia. Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia masih dibawah APK jenjang pendidikan lainnya. Menurut data Biro Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2015, APK perguruan tinggi masih berkisar 21%. Artinya masih ada 79% anak usia 19-24 tahun yang belum sempat kuliah. Angka APK perguruan tinggi ini menurun dari tahun 2014 yang berkisar 26%, dimana artinya masih ada 74% anak usia 19-24 tahun yang belum sempat kuliah. Target pemerintah bahwa pada tahun 2015 akan mencapai 35%, belumlah terwujud. Jikalau angka tersebut terwujud, artinya masih akan ada 65% anak usia 19-24 tahun yang belum sempat kuliah.

Di sisi lain angka pengangguran berdasarkan survei yang diadakan oleh BPS menunjukkan angka Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia pada Agustus 2015 adalah sebesar 7,56 juta orang sedangkan pada Agustus 2014 sebanyak 7,24 juta. Jelas angka ini telah menunjukkan terjadinya peningkatan setiap tahunnya. Dan merupakan sebuah kenyataan yang miris bahwa pengangguran yang meningkat ini didalamnya ikut bertambah angka pengangguran terbuka dari lulusan pendidikan tinggi. Angka di Agustus 2015 menunjukkan sebanyak 905.127 orang lulusan perguruan tinggi menganggur, sedangkan di Agustus 2014 “hanya” sebesar 688.660 orang. Ini artinya bahwa masih banyak lulusan perguruan tinggi yang masih menganggur yang meningkat jumlahnya dari tahun ke tahunnya. Harus ada solusi penyelesaiannya.

Berdasarkan informasi diatas, dipandang perlu sebuah lembaga dan program yang dapat membantu masyarakat Indonesia keluar dari belenggu kebodohan sekaligus kemiskinan, dalam hal ini adalah pengangguran. Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (WBI) merupakan perguruan tinggi terapan berkewirausahaan di Sumatera Utara yang memiliki keseriusan untuk menyelesaikan masalah tersebut diatas.

WBI didirikan oleh Bapak Martua Sitorus, sebagai tokoh wirausaha nasional, yang memiliki mimpi yakni agar kelak di Indonesia lahir wirausaha-wirausaha (entrepreneurs) muda dari “bangku kuliah”. Tentunya jika mimpi bersama ini terwujud tentunya juga akan memperkuat ketahanan nasional bangsa kita, sesuai dengan visi WBI yakni “Nurturing Entrepreneurs, Empowering Nation”. Oleh sebab itu, WBI mengundang seluruh putra dan putri Indonesia untuk dapat berpartisipasi dalam membangun bangsa dengan mengikuti Program Beasiswa Wilmar & WBI 2016.