Politeknik Wilmar Gandeng BMI  Dorong Mahasiswa jadi Wirausaha Muda

Politeknik Wilmar Gandeng BMI Dorong Mahasiswa jadi Wirausaha Muda

Medan – Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (WBI) menjadi kampus pertama di Sumatera yang bermitra dengan Bank Mahasiswa Indonesia (BMI).

“Kami sepakat pengembangan dan pendidikan entrepreneur itu harus bekerjasama dengan semua pihak, salah satunya dengan Bank Mahasiswa Indonesia,” kata Direktur Politeknik WBI Aldon MHP Sinaga MMA, kemarin pada E-Fest Festival of Creativity 2018 di kampus itu Jalan Batu Sihombing Medan Estate.

Disebutkannya, event ber­lang­sung sejak Rabu (7/2) itu diisi dengan seminar nasional tentang kewirausahaan untuk mengenalkan BMI kepada siswa dan mahasiswa.

Tampil sebagai narasumber Direktur sekaligus Founder Bank Mahasiswa Indonesia Rizki Adam mengupas program pembiayaan wirausaha muda dan mengulas tentang inkubator dan seed funding (pembiayaan awal).

Selain itu Cluster Manager Bank Mandiri Jhon Erland turut tampil sebagai narasumber di seminar yang diikuti 50 mahasiswa dari 10 perguruan tinggi se- Sumut dan dan 300 siswa SMA sederajat dari 75 sekolah.

Seminar dirangkai dengan penan­datanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Politeknik WBI dan BMI.

Melalui MoU yang dijalin itu, Politeknik WBI akan bisa menjadi ambassador atau perwakilan dari BMI di Sumut bahkan di Pulau Sumatera. Ini lantaran Politeknik WBI perguruan tinggi pertama di Sumatera yang bermitra dengan BMI dan menyosialisasikan programnya.

Di Indonesia, kata Aldon, sudah 14 kampus yang teken MoU dengan BMI. Tahun ini akan ada 40 kampus yang menjalin kerjasama tersebut. Untuk Sumut baru Politeknik WBI yang menandatangani MoU dengan BMI.

Aldon menuturkan, salah satu problem dalam ‘start up’ ke­wirausa­haan adalah permodalan. Sebagai salah satu solusi saat ini hadir BMI.

Dijelaskannya, BMI memberi seed funding. Kalau sudah mandiri, mahasiswa yang berwirausaha itu bisa ambil dana ke bank swasta yang besar.

Tujuan kerjasama ini adalah untuk membantu mahasiswa merintis wirausaha. Nantinya semua mahasiswa boleh manfaatkan fasilitas BMI di Politeknik WBI.

Menurutnya, perkembangan dan pendidikan entrepreneur bukan tanggung jawab Politeknik WBI saja, melainkan tanggungjawab semua pihak. Itu sebabnya, Politeknik WBI mengundang beberapa sekolah dan kampus untuk kembangkan entrepreneur.

Direktur sekaligus Founder BMI Rizki Adam menjelaskan, pihaknya membantu mahasiswa Indonesia untuk memulai wirausaha sedini mungkin melalui pinjaman modal.

“BMI merupakan inkubator bisnis untuk mahasiswa dan pelajar seluruh Indonesia. Kehadiran kami untuk bantu mahasiswa untuk menjadi pengusaha melalui inkubator. Untuk itu kami bekerjasama dengan kampus-kampus seluruh Indonesia untuk bisa buka inkubator di kampusnya,” tuturnya.

Selain seminar nasional tentang kewirausahaan, E-Fest di Politeknik WBI juga diisi dengan expo gagasan kreatif dan inovatif, serta workshop kreatif. Selain itu disemarakkan dengan berbagai perlombaan seperti cosplay competition (kompetisi kostum unik), modern dance group competion, stand up comedy competition. (swisma)