Politeknik WBI Dukung Sumut sebagai Provinsi Literasi

Politeknik WBI Dukung Sumut sebagai Provinsi Literasi

Medan – Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (WBI) turut berpartisipasi dalam acara puncak Festival Literasi Sumatera Utara (FLSU) 2017 di halaman Perpustakaan Sumut Jalan Brigjend Katamso Medan, kemarin.

“Keikutsertaan Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia dalam kegiatan itu sebagai wujud mendukung Sumut sebagai provinsi literasi,” ungkap Direktur Politeknik WBI Aldon MHP Sinaga MMA di kampus Jalan Batu Sihombing Medan Estate, Deliserdang, Kamis (19/10).

FLSU digelar Forum Masyarakat Literasi Sumatera Utara (Formalsu), Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia (YAFSI) dan Yayasan Pendidikan Pa­rulian itu melibatkan 1.486 pegiat lite­rasi, termasuk utusan dari Politeknik WBI sebanyak 50 mahasiswa dan 10 do­sen serta staf di lingkungan kampus itu.

Aldon menyatakan pihaknya aktif mendukung promosi gerakan literasi di Sumut. Politeknik WBI juga mendorong dosen dan mahasiswa agar mampu meng­integrasikan literasi ke dalam pembelajaran.

“Ini merupakan bentuk nyata dukungan kami kepada kepada program pemerintah,” ucapnya.

Diakuinya, Politeknik WBI me­nyadari dibutuhkan kerjasama dengan semua pihak, agar usaha membangun gerakan literasi bisa benar-benar terwujud.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah harus bekerjasama dengan masyarakat, swasta, juga termasuk sekolah dan perguruan tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, Sumut beruntung karena sudah dideklarasikan sebagai provinsi literasi. Deklarasi itu dilakukan langsung oleh Gubsu dan Menristekdikti pada 20 Mei 2017.

Wakil Direktur Bagian Kema­ha­siswaan Politeknik WBI Bilson Pan­diangan SSi MM mengungkapkan mahasiswa, dosen dan staf kampus ini merasa beruntung bisa ikut ambil bagian dalam pelatihan massal cara menggunakan big book.

Big book merupakan salah satu komponen dari buku bacaan berjenjang, yang kemarin digunakan sebagai sarana pelatihan.

Menurutnya, Politeknik WBI senang bisa terlibat dalam kegiatan itu yang tercatat sebagai rekor baru di Indonesia dalam Museum Rekor Indonesia-Dunia (MURI). Dalam kegiatan itu, dirinya hadir bersama Kepala Perpustakaan Politeknik WBI Edward Sijabat mendampingi mahasiswa, dosen dan staf kampus itu.

Bilson Pandiangan mengakui, semangat membaca di kalangan mahasiswa dan dosen Politeknik WBI cukup tinggi. Tingginya minat baca tersebut didukung dengan tersedianya fasilitas perpustakaan kampus yang memiliki ruang baca nyaman dan dilengkapi dengan beragam buku yang jumlahnya yang cukup banyak.

“Kami menyediakan kebutuhan mahasiswa dari segi skill program studi, termasuk fasilitas perpustakaan untuk pengembangan diri,” ujarnya.

(swisma)